Selasa, 15 Oktober 2013

Tirta Sudamala, Sumber mata air di Desa Tegak


Hy readers, hari ini saya akan membagikan info tentang salah satu sumber mata air di Desa Tegak, Kabupaten Klungkung. Mungkin ada yang tau centeng ? Centeng atau KSM Sudamala ini adalah salah satu sumber mata air yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Tegak, karena tidak begitu terkenal kali ini saya akan memposting tentang KSM Sudamala, silahkan disimak dan bisa dimanfaatkan untuk info terbaru :) 


Tirta Sudamala atau Yeh Kelebutan Sudamala      
Sejarah terbentuknya Tirta Sudamala atau Centeng ini memiliki kaitan dengan kedatangan Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rauh), dahulu ketika Beliau datang ke pulau Bali pada sekitar tahun 1550 (balichemist.com/infokes/sejarahpariwisatadiBali.) Pada saat itu beliau datang ke Tampak Siring, yang terletak di Kabupaten Gianyar, kemudian saat itu Beliau mendengar berita bahwa masyarakat Desa Tegak, Desa Gembalan, dan Desa Payungan, Kabupaten Klungkung terkena serangan wabah penyakit berupa bermacam-macam penyakit kulit seperti Cacar air, Kusta, Korengan, dan lain-lain. Akhirnya Beliau datang ke Desa Tegak, karena prihatin melihat kondisi masyarakat yang menyedihkan, untuk membantu menanggulangi bencana tersebut, beliau menancapkankan tongkat saktinya di suatu wilayah di Desa Tegak, akhirnya ketika tongkat tersebut ditancapkan dan kemudian dicabut munculah pancuran air dari dalam tanah yang disebut dengan “Kelebutan” yang keluar dari bekas tancapan tongkat sakti Beliau.
Disebelah sumber mata air tersebut, terdapat batu besar yang kemudian diikat menggunakan Daun katang-katang, daun khas yang ada di Desa Tegak, dan beliau menggunakan daun tersebut untuk memindahkan batu besar tersebut, kemudian batu tersebut digunakan untuk melindungi sumber mata air tersebut agar tetap jernih dan suci, serta tidak terkontaminasi oleh air sungai yang mengalir di bawahnya, padahal air sungai tersebut juga sangat jernih dan mengalir dengan tenang. Masyarakat Desa Tegak menyebut batu tersebut dengan nama “Batu jaran”. Setelah sumber mata air tersebut terbentuk, masyarakat mulai menggunakannya untuk mengobati penyakit yang diderita, dan penyakit tersebut memang benar-benar sembuh. Akhirnya tempat ini diberi nama “Tirta Sudamala”, yang berasal dari 2 kata, yaitu Tirta yang artinya air amerta atau air suci yang berasal dari dalam bumi, dan Sudamala yang artinya pengeleburan mala atau sifat buruk pada manusia agar bisa kembali membentuk sudha, yang merupakan sikap bijaksana dan baik pada manusia.
Hingga kini masyarakat Desa Tegak, masih mempercayai keajaiban Tirta sudamala ini, masyarakat Desa Tegak sering mengambil air dari Sumber mata air ini untuk diminum sehari-hari dan digunakan keperluan sehari-hari. Hulu dari sungai ini adalah Sungai Soka yang terletak di Desa Gembalan, Kabupaten Klungkung dan hilir nya adalah Sungai Kali Unda, yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Klungkung. Dahulu, ketika sumber mata air ini belum terbentuk, setiap upacara Pesucian atau melaspas dewa di pura puseh, biasanya dilakukan di Sungai Soka, namun setelah terbentuknya Tirta Sudamala ini, setiap pesucian dilakukan di sini. Biasanya ketika masyarakat di Desa Tegak, datang ke tempat ini untuk melukat atau untuk mengambil air untuk di konsumsi, masyarakat membawa canang dan uang kepeng untuk menghormati jasa Beliau yang telah memprakarsai terbentuknya tempat ini
Berikut ini beberapa foto yang berhasil saya abadikan saat pergi ke Tirta Sudamala :
Itu sedikit info tentang Tirta Sudamala di Desa Tegak, Semoga Bermanfaat bagi kalian semua :)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar