Organ Pada Tumbuhan
Kumpulan Isi Laporan Biologi 8A (AGEORA)
Akar (Oleh Kelompok Ahli Akar)Kumpulan Isi Laporan Biologi 8A (AGEORA)
1. Definisi Akar
Akar tumbuhan bisa merupakan bagian paling penting dari sebuah tumbuhan. Bahkan bisa dibilang tumbuhan tidak dapat hidup tanpa akar. Banyak tumbuhan yang tidak mempunyai batang, daun tapi pasti mempunyai akar. Tanpa akar tumbuhan tidak dapat hidup. Karena fungsi utama akar adalah untuk menghisap sari-sari makanan dari tanah ataupun dari tumbuhan inangnya. Selain itu akar juga dapat digunakan untuk bernafas. Banyak sekali jenis-jenis akar yang dimiliki oleh tumbuhan. Bahkan ada beberapa tumbuhan yang memiliki 2 atau bahkan lebih jenis akar. seperti beringin. Selain memiliki akar tunggang, beringin juga memiliki akar gantung. Nama akar biasanya di sesuaikan dengan fungsi, bentuk dan tempat keluarnya. Akar yang keluar dari daun di sebut akar daun atau akar adventisius. Akar yang berbentuk seperti serabut di sebut akar serabut. Begitu seterusnya.
2. Sifat – sifat Akar
a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
b. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
c. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
d. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah.
e. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.
3. Struktur Akar
Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan. Misalnya tumbuhan apel memiliki akar yang panjang. Selain itu panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi panjang akar misalnya porositas tanah, tersedianya air dan mineral dalam tanah, serta kelembapan tanah. Misalnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang.
a. Morfologi ( struktur luar )
Morfologi akar terdiri atas rambut akar, batang akar, ujung akar.
1. Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis), yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh sebab itu dinamakan rambut akar atau bulu akar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini bidang penyerapan akar menjadi amat diperluas, sehingga lebih banyak air dan zat-zat makanan yang dapat dihisap.
2. Batang akar (corpus radicis), bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya.
3. Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
4. Tudung akar (calyptra), yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.
b. Anatomi ( struktur dalam )
Bila akar tumbuhan dikotil maupun monokotil disayat melintang, kemudian diamati di bawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).
1. Epidermis akar (kulit luar). Epidermis akar merupakan lapisan luar akar. Epidermis akar terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel epidermis tipis dan mudah dilalui oleh air. Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
2. Korteks akar (kulit pertama). Korteks akar terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding tipis. Di dalam korteks akar terdapat ruang-ruang antarsel. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
3. Endodermis akar. Endodermis akar terdiri dari selapis sel yang tebal. Bentuk dan sususan sel-sel endodermis berbeda dengan bentuk dan susunan sel-sel di sekitarnya. Oleh karena itu, batas korteks dengan endodermis terlihat jelas jika diamati di bawah mikroskop. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
4. Stele akar (silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Sedangkan xilem dan floem yang merupakan berkas pembuluh angkat terletak di sebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil terdapat empulur, sedangkan pada akar tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur.
4. Fungsi Akar
Meskipun tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil memiliki sistem perakaran yang berbeda, tetapi fungsi akar pada tumbuhan tersebut sama. Akar merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut :
a. Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah.
b. Untuk menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
c. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai alat bernapas, misalnya pada tumbuhan bakau.
d. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Misalnya, wortel memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tanaman sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
5. Jenis-jenis Akar
Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
1. Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun kadang-kadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Contohnya padi, jagung, rumput, tebu. Gambar akar serabut :
2. Akar tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan. Sebagai contoh ; wortel, ubi dan sebagainya dalam bentuk umbi-umbian.
3. Akar Gantung. Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Oleh karena itu, akar tersebut terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini berfungsi menyerap uap air dan gas dari udara. Namun, bila telah mencapai tanah, akar tersebut masuk ke dalam tanah dan berfungsi menyerap air dan garam-garam mineral. Tumbuhan yang memiliki akar gantung misalnya beringin.
4. Akar Napas. Akar napas tumbuh keluar dari batang bagian bawah. Akar tersebut sebagian muncul di permukaan tanah dan sebagian lagi berada di dalam tanah. Akar ini terlihat seperti menopang tegaknya batang. Akar napas mempunyai banyak celah tempat masuknya udara. Jadi, sesuai namanya, akar napas berfungsi untuk bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas, misalnya bakau dan pandan.
5. Akar Pelekat. Akar pelekat tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat terdapat pada tumbuhan yang tumbuh memanjat. Akar ini berfungsi untuk melekatkan batang pada tembok maupun tumbuhan lain. Tumbuhan yang mempunyai akar pelekat, misalnya sirih.
6. Perbedaan Struktur Akar Tumbuhan
NO. PEMBEDA AKAR DIKOTIL AKAR MONOKOTIL
1. Xilem Berbentuk bintang di pusat, tersusun radial atau membentuk jari-jari bersama dengan floem. Berdekatan dengan floem.
2. Floem Letaknya di antara jari-jari yang dibentuk oleh xylem, dipisahkan oleh kambium. Letaknya berdekatan dengan xylem dan tidak dipisahkan oleh kambium.
3. Empulur Tidak ada atau ada tetapi kecil. Ada dan kadang berkembang menjadi sklerenklim.
4. Perisikel Membentuk cabang akar dan meristem sekunder. Hanya membentuk cabang akar saja.
5. Kambium Ada Tidak ada
7. Tabel Pengamatan
untuk menganalisis beberapa contoh tanaman dengan semua jenis akar akar mengelompokkannya dalam kelompok tanaman dikotil maupun tanaman monokotil. Jenis akar tanaman yang kami jadikan contoh untuk bahan pengamatan adalah akar rumput, akar bawang, akar jagung, dan lain- lain.
Dari hasil pengamatan, dapat mengelompokkan tanaman-tanaman tersebut dalam sebuah tabel seperti di bawah ini.
NO. JENIS TANAMAN DIKOTIL MONOKOTIL
1. Mangga √
2. Rumput √
3. Jambu √
4. Bawang √
5. Padi √
6. Jeruk √
7. Putri malu √
8. Jagung √
9. Belimbing √
10. Anggrek √
8. Pembahasan
1. Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 m. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 cm.
2. Rumput akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil yang berfungsi untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.rumput itu kan termasuk Graminae yang termasuk monokotil sehingga mempunyai akar serabut.
3. Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang (ramosus) yang bentuknya kerucut panjang,tumbuh lurus kebawah,bercabang cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi.sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang,dan juga daerah perakaran menjadi amat luas,hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
4. Akar bawang : serabut kecil berbentuk benang (filiformis), yaitu jika akar tunggang kecil panjang seperti akar serabut saja dan juga sedikit sekali bercabang.
5. Akar padi, Kira-kira 5-6 hari setelah berkecambah, dari batang yang masih pendek itu keluar akar-akar serabut yang pertama dan dari sejak ini perkembangan akar-akar serabut tumbuh teratur. Pada saat permulaan batang mulai bertunas (kira-kira umur 15 hari), akar serabut berkembang dengan pesat. Dengan semakin banyaknya akar-akar serabut ini maka akar tunggang yang berasal dari akar kecambah tidak kelihatan lagi. Letak susunan akar tidak dalam, kira-kira pada kedalaman 20-30 cm. karena itu akar banyak mengambil zat-zat makanan dari bagian tanah yang di atas. Akar tunggang dan akar serabut mempunyai bagian akar lagi yang disebut akar samping yang keluar dari akar serabtu disebut akar rambut dan yang keluar dari akar tunggang, bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut
6. Akar tanaman jeruk berupa akar tunggang, bulat, dan berwarna putih kekuningan.
7. Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya. Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.
8. Akar jagung termasuk jenis rumput-rumputan dengan akar dapat tumbuh baik pada kondisi tanah yang memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman.
9. Akar dari pohon belimbing merupakan akar tunggang dan juga menjadi cirri dari akar dikotil.
10. Anggrek memiliki akar serabut, tidak dalam. Beberapa jenis epevit yakni mengembbangkan akar sukulen serta menempel pada batang pohon tempatnya tumbuh, tetapi tidak merugikan pohon inang. Ada juga yang tumbuh geofitis, dengan arti lain terrestria berarti tumbuh di tanah dengan akar-akar didalam tanah. Ada juga yang berbentuk saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering serta kayu-kayu lapuk yang sudah membusuk jadi humus. Pada permukaan akar kerap kali ditemukan jamur akar ( mikoriza ) yang bersimbiosis dengan anggrek.
9. Kesimpulan
Dari data di atas dapat menyimpulkan bahwa :
a. Setiap tanaman pasti mempunyai system perakaran masing-masing, keragaman system perakaran berhubungan dengan jenis tanaman tersebut. Misalnya pada tumbuhan dikotil mempunyai system perakaran tunggang seperti mangga, jambu, jeruk, putri malu, belimbing, dan anggrek. Sedangkan pada tumbuhan monokotil mempunyai system perakaran serabut, seperti : rumput, bawang, padi, dan jagung.
b. Selain itu pada beberapa tumbuhan mempunyai sifat dan jenis akar yang unik, hal ini berhubungan dengan fungsi akar dan cara-cara hidup yang harus disesuaikan dengan keadaan-keadaan tertentu, dan tempat-tempat tertentu.
Batang (Oleh Kelompok Ahli Batang)
Pengertian batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang selalu mengalami pertumbuhan memanjang. Hal ini disebabkan pada bagian ujung batang terdapat titik tumbuh atau jaringan meristem batang. Untuk menjelaskan proses pertumbuhan pada batang terdapat dua teori, yaitu teori histogen dari Hanstein.
Teori Histogen
Menurut teori ini, pada batang terdapat tiga lapisan titik tumbuh, yaitu titik tumbuh pada lapisan luar yang membentuk epidermis disebut dermatogen, titik tumbuh pada lapisan tengah untuk membentuk korteks, yang disebut periblem, dan titik tumbuh bagian dalam untuk membentuk stele disebut plerom.
Teori Tunika Korpus
Berbeda dengan teori histogen, teori tunika korpus menyatakan bahwa titik pertumbuhan pada tumbuhan terbagi menjadi dua lapisan, yaitu titik tumbuh lapisan pinggir dan titik tumbuh lapisan dalam.
Pada bagian pinggir menurut teori ini terdiri dari sel-sel yang aktif melakukan pembelahan yang menyebabkan adanya perluasan pada bagian titik tumbuh. Sel-sel ini disebut tunika. Di bagian dalam terdapat sel-sel yang aktif membelah ke segala arah dan melakukan proses diferensiasi. Sel-sel ini disebut korpus yang letaknya selalu berada di sebelah dalam tunika.
Berdasarkan sifat pertumbuhannya, percabangan pada batang dan akar dibedakan menjadi pertumbuhan eksogen dan endogen. Pertumbuhan eksogen, yaitu pertumbuhan calon cabang batang yang muncul di antara bakal daun di bagian bawah titik tumbuh, sedangkan pertumbuhan endogen terjadi pertumbuhan calon cabang akar yang tumbuh akibat adanya aktivitas perisikel atau perikambium.
Secara anatomi, struktur akar dan batang tidak terlalu jauh berbeda. Perbedaan keduanya hanya dalam hal ada tidaknya endodermis. Pada akar terdapat lapisan endodermis, sedangkan pada batang tidak terdapat lapisan endodermis. Susunan lapisan batang dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat). Perhatikanlah Gambar Penampang melintang batang dikotil dan monokotil.
Gambar Penampang melintang batang dikotil dan monokotil.
Berikut, adalah hasil pengamatan kelompok batang, dari hasil pengamatan dan study pustaka, hasilnya :
No. Pertanyaan Jawaban Ket
1. Apa saja fungsi batang bagi tumbuhan? a.Penopang. Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak.
b. Pengangkut. Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan juga dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
c. Penyimpan. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan.
d. Alat perkembangbiakan. Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.
2. Bagaimana struktur batang tumbuhan monokotil dan dikotil?
a. Epidermis
Sama halnya dengan yang terdapat pada akar, lapisan epidermis batang terbentuk oleh satu lapisan sel yang susunannya rapat dan tidak memiliki ruang antarsel. Pada dinding sel sebelah luar terdapat lapisan kutikula yang berguna untuk melindungi batang dari kekeringan. Pada jaringan tumbuhan yang telah tua, terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer.
b. Korteks
Selain sel parenkim, korteks juga mengandung kolenkim dan sklerenkim. Kedua sel ini berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Sel-sel yang terdapat di bagian dalam korteks mengandung amilum. Sel-sel ini disebut sarung tepung (floeoterma).
c. Stele (Silinder Pusat)
Silinder pusat batang terdapat di bagian dalam korteks. Di bagian terluarnya terdapat lapisan yang disebut perisikel. Silinder pusat ini mengandung sel-sel parenkim dan berkas-berkas pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem.
Berdasarkan letak xilem dan floem pada batang, berkas pembuluh angkut dibedakan menjadi lima tipe, yaitu kolateral terbuka, kolateral tertutup, bikolateral, ampivasal, dan ampikribal.
Susunan batang tumbuhan dikotil berbeda dengan tumbuhan monokotil dalam hal ada tidaknya jaringan meristem yang disebut kambium. Pada tumbuhan dikotil di bagian tepi silinder pusat dibatasi oleh kambium, sedangkan di tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium.
3. Apa saja jenis-jenis batang secara umum? 1)Batang tumbuhan herba/rumput biasanya, berwarna hijau, jaringan kayu sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil, dan umumnya relatif pendek. Bagian luar batang terdiri
dari epidermis yang tipis dan tidak mengandung gabus. Pada epidermis terdapat stomata sehingga jaringan di dalamnya dapat mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Contoh: pacar air, jagung, bayam, kacang, dan bunga matahari.
2) Batang tumbuhan berkayu umumnya keras dan umurnya relatif panjang. Permukaan batang keras dan di bagian tertentu terdapat lentisel.
3) Batang basah mudah dipotong, batangnya tidak keras dan berair. Tumbuhan dengan batang basah umumnya pendek, tidak setinggi pohon kayu. Contohnya: pohon pisang, bayam, pacar air, kangkung.
4. Apa saja jenis batang monokotil? Batang herba/rumput, dan batang basah.
5. Apa saja jenis batang dikotil? Batang berkayu.
6. Apa saja perbedaan batang dikotil dan monokotil? Monokotil
Tidak mempunyai kambium veskuler, pembuluh angkutnya tersebar, berkas pengangkut dibungkus oleh sarung berkas pengangkut, memiliki epidermis yang tebal, mempunyai maristem interkalar,tidak mempunyai jari-jari empelur.
Dikotil
mempunyai kambium veskuler, pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berseling, tidak memiliki epidermis, tidak mempunyai meristem interkalar, jari-jari empelur berupa derekan parenkim diantara berkas pengangkut.
Dari observasi dan studi pustaka yang dilakukan pembahasan yang di peroleh sebagai berikut.
1. Fungsi Batang
a. Penopang. Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya. Pengaruh cahaya pada tumbuhan akan kamu pelajari di kelas lima.
b. Pengangkut. Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
c. Penyimpan. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
d. Alat perkembangbiakan. Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang.
2 Struktur batang dikotil dan fungsinya
Jaringan penyusun batang Dikotil, yaitu epidermis, korteks, endodermis, empulur, kambium, floem, xilem, dan jari-jari empulur. Perhatikan potongan melintang batang Dikotil pada 1 dan 2.
Adapun letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Dikotil dijelaskan dalam Tabel berikut.
Tabel Jaringan-Jaringan Penyusun Batang Dikotil Beserta Letak dan Fungsinya
Jaringan Letak Fungsi
Epidermis Bagian terluar batang. Zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlampau banyak.
Korteks Di antara lapisan endodermis. Sel-sel kolenkim sebagai jaringan penunjang. Sel-sel parenkim sebagai jaringan dasar, pengisi, dan penyimpan zat.
Stele – Perisikel Sebelah dalam lapisan endodermis. Menyelubungi berkas pembuluh batang. Memberi kekuatan pada batang.
Berkas pembuluh Bagian perisikel dalam Pengangkutan zat.
(1) floem Bagian luar berkas pembuluh atau di bagian luar kambium. Mengangkut zat makanan yang dibuat di daun menuju ke seluruh tubuh.
(2) xylem Bagian dalam berkas pembuluh atau di bagian dalam kambium. Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
(3) cambium Di antara berkas pembuluh xilem dan floem. Ke dalam membentuk jaringan xilem dan ke luar membentuk jaringan floem.
Struktur batang Dikotil berbeda dengan batang Monokotil, karena terdapat jaringan kambium pada batang Dikotil. Berdasarkan letaknya, kambium ada dua tipe sebagai berikut.
1. Kambium vaskular, kambium terletak di antara berkas pengangkut dan parenkim.
2. Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.
Khusus pada batang Dikotil terjadi pertumbuhan batang sekunder. Pertumbuhan batang atau lingkaran sekunder adalah pertambahan besar batang yang disebabkan oleh pertambahan jaringan sekunder pada jaringan primer atau jaringan mula-mula. Pertumbuhan batang sekunder merupakan aktivitas kambium. Oleh karena itu, jaringan kambium sering disebut titik tumbuh sekunder.
Apabila cadangan makanan cukup banyak, misalnya pada musim penghujan, sel-sel kambium membelah membentuk sel-sel baru. Pada musim kemarau atau makanan cadangan berkurang, sel-sel kambium tidak membelah sehingga tidak ada penambahan xilem dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun (annual ring), yaitu lingkaran atau lapisan yang menunjukkan kambium melakukan pembelahan dan pada saat kambium tidak melakukan kegiatan. Lingkaran tahun berbentuk lapisan melingkar berselang-seling berupa garis dan berguna untuk memperkirakan umur pohon.
Pembentukan sel-sel baru pada kambium menyebabkan sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis sehingga lapisan epidermis menjadi sobek-sobek. Lapisan korteks yang terdesak membentuk lapisan sel meristematik atau sel yang selalu membelah dan disebut kambium gabus (felogen). Kambium gabus menghasilkan dua tipe sel, yaitu ke arah luar membentuk jaringan gabus (felem) dan ke arah dalam membentuk jaringan feloderm.
Jaringan gabus terdiri atas sel-sel mati yang dilapisi suberin (zat gabus) dan bersifat tidak tembus air maupun udara sehingga dapat berfungsi untuk melindungi lapisan yang ada di dalamnya. Lapisan feloderm adalah sel-sel hidup yang terdiri atas sel-sel parenkim. Adanya jaringan gabus menyebabkan udara tidak leluasa masuk ke dalam bagian sel hidup di bagian dalam. Namun, di antara jaringan gabus terdapat lentisel, yaitu celah sebagai jalan masuk dan keluarnya udara ke sel-sel hidup di sebelah dalam jaringan gabus. Perhatikan Gambar 4.
3. Struktur batang monokotil
Struktur Jaringan Batang Tumbuhan Monokotil- Seperti halnya tumbuhan dikotil, struktur batang tumbuhan monokotil tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut atau berkas pembuluh. agar mengetahui bagian bagian batang tumbuhan monokotil, simak Gambar 1. Bedanya, tumbuhan dikotil memiliki bentuk meristem apikal yang kecil. Meristem inilah yang akan membentuk tunas ketiak daun, bakal daun, dan epidermis.
Gambar.kiri. adalah penampang jaringan batang monokotil, kanan dikotil
Pada tumbuhan monokotil juga terdapat meristem perifer. Meristem perifer merupakan bagian meristem yang berkembang menjadi batang berisi xilem dan floem. Lapisan epidermis batang tumbuhan dikotil memiliki dinding sel yang lebih tebal dibandingkan tumbuhan dikotil. Pada lapisan epidermisnya terdapat stomata dan buku-buku. Di bawah epidermis terdapat korteks. Korteks tersusun dari sel-sel sklerenkim. Korteks tumbuhan monokotil, korteks merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi mengeraskan bagian luar batang.
Setelah korteks, lapisan berikutnya ialah stele. Tumbuhan monokotil memiliki batas korteks dan stele yang tidak jelas. Di dalam stelenya terdapat berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan tersebut tersebar pada empulur dan letaknya berdekatan dengan kulit batang. Sarung sklerenkim mengelilingi seluruh berkas pengangkut. Tipe berkas pengangkutannya dinamakan kolateral tertutup, sebab di antara xilem dan floemnya tidak ditemui kambium. Akibatnya, tumbuhan monokotil tidak bisa tumbuh secara sekunder. Alias tubuhnya tidak membesar dan hanya memanjang. Adapun ringkasan letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Monokotil dapat teman teman lihat dalam Tabel 1. berikut
Tabel Jaringan-Jaringan Penyusun Batang Monokotil Beserta Letak dan Fungsinya
4. Jenis-jenis batang
Batang tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu
1. Batang berkayu,
Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain, jati, mangga, dan mranti
2. Batang rumput
Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya, tanaman padi, jagung, dan rumput.
3. Batang basah.
.
Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya, tumbuhan bayam dan patah tulang.
Kesimpulan
No Nama Batang Tumbuhan Dikotil Monokotil
1 Kangkung
2 Rumput teki
3
Bayam
4
Cempaka
5 Jambu
6
Padi
Dari tabel hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :
Batang (bahasa Latin: caulis) merupakan salah satu dari organ dasar tumbuhan berpembuluh. Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Daun dan akar dianggap sebagai perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan fungsi yang lebih khusus, batang memiliki banyak fungsi baik bagi tumbuhan itu sendiri maupun manusia diantaranya mampu menopang tubuh tumbuhan, dan sebagainya. Batang juga memiliki struktur tertentu, yaitu Epidermis, Korteks, Stele (Silinder Pusat). Pada tumbuhan dikotil di bagian tepi silinder pusat dibatasi oleh kambium, sedangkan di tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium. Perbedaan batang dikotil dan monokotil dapat dilihat dari struktur morfologinya, biasanya batang dikotil bercabang-cabang dan keras, contohnya adalah batang berkayu (cempaka dan jambu), sedangkan batang monokotil tidak bercabang-cabang dan lunak, contohnya adalah batang basah dan batang rumput (kangkung, bayam, rumput teki).
Daun (Oleh Kelompok Ahli Daun)
Profil Umum Daun
Gambar (Gambar Daun)
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Bentuk Daun (Morfologi) yang umumnya kita ketahui
Gambar 2.2 (Morfologi Daun)
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). (http://kir-31.blogspot.com/2011/02/penjelasan-tentang-daun-bentuk-daun.html)
Struktur Anatomi Daun
Gambar (Struktur Anatomi Daun)
Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ pada tumbuhan yang memiliki keberagaman. Sangat sukar untuk membedakan dengan jelas baik secara teoritis maupun secara praktis antara jaringan daun dan batang. Struktur jaringan pengangkut dalam tangkai dan ibu tulang daun biasanya sama dengan pada batang. Namun, ciri terpenting pada daun adalah bahwa pertumbuhan apikalnya cepat terhenti. Pada Spermatophyta, aktivitas meristem apeks daun segera terhenti, sementara bentuk dan ukuran daun ditentukan oleh pertumbuhan interkalar dan marginal.
Terdapat bebrapa istilah-istilah menyangkut daun. Seluruh daun pada sebuah tumbuhan disebut dengan Phyllom. Namun dikenal juga dengan beberapa istilah seperti daun hijau, katafil, hipsofil,kotiledon, profil. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut;
1) Daun hijau
Daun hijau (foliage leaves) berfungsi khusus untuk fotosintesis dan biasanya berbentukpipih mendatar sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas Co2.
2) Katafil
Katafil adalah sisik yang tampak pada kuncup dan batang di bawah tanah, yang fungsinya sebagai pelindung atau penyimpan bahan cadangan makanan.
3) Hipsofil
Hipsofil merupakan berbagai tipe braktea yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung.
4) Kotiledon
Kotiledon adalah daun pertama dari tumbuhan.
5) Profil (Prophyl)
Daun pertama pada cabang lateral.
Berikut merupakan anatomi secara umum pada daun:
Secara histologi, daun tersusun dari tiga tipe jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.
1. Epidermis
Epidermis daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan, bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma, serta adanya sel khusus. Struktur dalamnya biasanya berbentuk pipih. Daun memiliki dua jenis jaringan epidermis yaitu permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut permukaan abaksial. Pada lapisan ini tidak ada ruang antar sel. Di antara sel epidermis terdapat sel penjaga yang membentuk stomata. Struktur stomata yang dapat membuka dan menutup ini berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Sifat terpenting pada jaringan daun ini adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula serta stomata.
2. Mesofil (Jaringan Dasar)
Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang terdapat di sebelah dalam epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Pada kebanyakan tumbuhan terdapat dua jenis parenkim dalam mesofil, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons.
A) Parenkim Palisade
Sel parenkim palisade memanjang dan pada penampang melintangnya tampak berbentuk batang yang tersusun dalam deretan. Pada tumbuhan tertentu, sel palisade berbeda bentuknya. Pada Lilium terdapat lobus besar pada sel palisade dan tampak bercabang.
Sel palisade terdapat di bawah epidermis unilateral (selapis) atau multilateral (berlapis banyak). Seringkali terdapat hipodermis di antara epidermis dan jaringan palisade. Sel parenkim palisade tersusun atas satu atau lebih lapisan. Apabila tersusun lebih dari satu lapisan, panjang sel pada tiap lapisan atau sama, atau malah semakin ke tengah semakin pendek. Jaringan palisade biasanya terdapat pada permukaan abaksial daun. Meskipun jaringan palisade tampak lebih rapat, sisi panjang selnya saling terpisah sehingga udara dalam ruang antarsel tetap mencapai sisi panjang; kloroplas pada sitoplasma melekat di tepi dinding sel itu. Hal tersebut mengakibatkan proses fotosintesis dapat berlangsung efesien.
Pada Thymelaea hirsuta, sel parenkim palisade terdapat pada permukaan abaksial daun. Pada daun tumbuhan xerofit, misalnya pada Atriplex portulacoides, parenkim palisade terdapat pada kedua sisi daun. Daun yang mempunyai parenkim palisade pada kedua sisi (abaksial dan adaksial) disebut isolateral atau isobilateral sedangkan apabila jaringan palisade tersebut hanya pada bagian adaksial disebut dengan bifasial atau dorsiventral.
B) Parenkim Spons
Jaringan spons terdiri dari sel bercabang yang tak teratur bentuknya. Bentuk sel parenkim spons dapat berbentuk bermacam-macam. Kekhususannya adalah adanya lobus (rongga) yang terdapat antara sel satu dan lainnya. Membedakan antara sel parenkim palisade dengan parenkim spons tidaklah selalu mudah, khususnya apabila parenkim palisade terdiri atas beberapa lapisan. Alasannya adalah apabila palisade terdiri atas beberapa lapisan, biasanya lapisan paling dalam sangat mirip dengan parenkim spons yang ada di dekatnya.
Pada tumbuhan tertentu, seperti pada Zea dan banyak rumput-rumputan lainnya, bentuk sel mesofil lebih kurang sama. Bahkan pada Eucalyptus dan Atriplex, sukar untuk membedakan antara kedua tipe parenkim. Pada jaringan spons ini terdapat jarak atau ruang antar sel. Ciri khas jaringan spons adalah adanya lekukan-lekukan yang menjadi penghubung antar sel.
Pada daun dengan kedua macam mesofil, kloroplas paling banyak terdapat dalam jaringan palisade. Tempat serta susunan kloroplas pada sel tiang memungkinkan penggunaan cahaya secara maksimum. Faktor lain yang meningkatkan efesiensi fotosintesis adalah sistem ruang antarsel dalam mesofil yang luas, yang memudahkan pertukaran gas dengan cepat. Susunan sel di dalam mesofil memungkinkan daerah permukaan sel yang mendapat sinar dan langsung berhubungan dengan udara menjadi lebih luas. Seluruh daerah permukaan ini disebut daerah permukaan dalam daun dan daerah permukaan luar daun.
3. Berkas pembuluh atau sistem jaringan pembuluh
Sistem jaringan pembuluh tersebar di seluruh helai daun dan dengan demikian menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jaringan pembuluh membentuk sistem yang saling berkaitan, dan terletak dalam bidang median, sejajar dengan permukaan daun. Berkas pembuluh dalam daun biasanya disebut dengan tulang daun dan sistemnya adalah sistem tulang daun. Terdapat dua macam pola yakni sistem tulang daun jala dan sistem tulang daun sejajar. Sistem tulang daun jala merupakan sistem bercabang. Pada sistem ini, tulang daun lebih halus, secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang tebal.
Sedangkan istilah sejajar bagi jalannya berkas pembuluh dalam sistem tulang daun sejajar hanyalah sebagai pendekatan saja, oleh karena berdasar atas ujung dan pangkal daun semua berkas itu akan bertemu di satu titik. Di antara berkas sejajar itu tampak cabang halus yang berpola jala dan menghubungkan semua berkas sejajar itu. Pola jala umumnya ditemukan pada daun dikotil dan pola sejajar pada daun monokotil.
Kemudian apabila pertulangan daunnya menyirip, tulang daun terbesar melewati bagian tengah daun dan membentuk ibu tulang daun, dan dari sini bercabang menjadi tulang daun yang lebih kecil. Bagian helai daun yang dilalui ibu tulang daun atau cabang yang besar adalah bagian yang lebih tebal dan menunjukkan gambaran seperti rusuk pada sisi abaksial. Rusuk ini dibentuk oleh jaringan parenkim yang miskin kloroplas dan jaringan penyokongnya kolenkim. Oleh karena itu, tulang daun yang besar tidak mempunyai kontak langsung dengan mesofil.
Sedangkan pada tulang daun yang kecil biasanya membentuk jaring-jaring yang sangat beragam bentuk dan ukurannya, serta membagi daerah mesofil.Daerah yang paling kecil yang dibatasi cabang paling halus disebut aerola, yang biasanya berisi ujung tulang daun yang buntu dalam mesofil.
Kebanyaan kasus yang ditemukan, susunan jaringan pembuluh pada ibu tulang daun mirip dengan pada tangkai daun. Tulang daun yang besar dalam daun dikotil mungkin terdiri atas jaringan primer dan sekunder, sedangkan tulang daun yang paling kecil hanya terdiri atas jaringan primer. Pada tulang daun yang besar biasanya berisi pembuluh, sedangkan pada tulang daun yang kecil, sel parenkim kontak atau berhubungan langsung dengan unsur pembuluh dan unsur trakea membentuk sel transfer.
4. Berkas Pengangkut
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tulang daun yang besar dikelilingi oleh parenkim yang sedikit mengandung kloroplas. Sedangkan tulang daun yang lebih kecil biasanya juga dikelilingi oleh lapisan sel parenkim, yang disebut berkas pegangkut. Berkas pengangkut ini biasanya terbagi menjadi 2 jenis yaitu, xylem dan floem. Sel berkas pengangkut ini berdinding tipis untuk memudahkan terjadinya transpor antar sel, mungkin memiliki kloroplas seperti mesofil. Sering kali terdapat kristal.
Kebanyakan daun Dikotil, parenkim berkas pengangkut memperluas ke arah epidermis pada satu atau kedua sisi daun. Sel yang mencapai arah epidermis ini berfungsi dalam pengangkutan pada daun. Bukan hanya pada daun Dikotil saja yang memiliki berkas pengangkut akan tetapi berkas pengangkut juga terdapat dalam daun Monokotil, berkas pengangkut pada daun Monokotil ini dibedakan menjadi dua tipeyaitu yang mempunyai 1 atau 2 lapisan saja.
5. Jaringan Penyokong Daun
Epidermis daun memiliki struktur yang padat dan diperkuat oleh kutikula sebagai pelindung. Dinding selnya seringkali tebal atau banyak mengandung silika dan memberikan sokongan pada helai daun. Jaringan penyokong lainnya adalah kolenkim. Pada daun Dikotil,kolenkim sering ditemukan di dekat ibu tulang daun, di bawah epidermis dan juga di tepi daun. Selain kolenkim, pada mesofil daun Dikotil juga ditemukan skelrida. Tulang daun berukuran besar atau sedang, dikelilingi oleh sekelompok serabut. Pada kebanyakan daun monokotil berkas pengangkut dikelilingi oleh serabut pada satu atau dua sisi berkas pengangkut, dan berhubungan ke epidermis.
(Dikutip dari Dwidjoseputro, D., 1992, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta)
A) Perbedaan Anatomi Daun Monokotil dan Dikotil
B)
C)
D)
E)
F)
G)
H)
I)
J)
K)
L)
Gambar 4.2 (Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dikotil)
Gambar 2.4 (Anatomi daun monokotil)
Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 2.1
Tabel 2.1 Jaringan Penyusun Daun Dikotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No Jaringan Letak Fungsi Ciri - Ciri
a) Epidermis Menyusun lapisan permukaan
atas dan bawah daun. – Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Menjaga bentuk daun agar
tetap. Terdiri dari satu lapis sel kecuali
tanaman Ficus (tanaman karet).
b) Kutikula Melapisi permukaan
atas dan bawah daun. Zat kutin pada kutikula
mencegah penguapan air
melalui permukaan daun. Penebalan dari zat kutin.
c)
Stomata Melapisi permukaan
atas dan bawah daun – Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
– Sel penjaga sebagai pengatur
membuka dan
menutupnya stomata. Mulut daun pada epidermis
dengan dua sel penutup
d) Rambut dan
kelenjar Permukaan atas dan
bawah daun. Alat pengeluaran. Alat tambahan pada epidermis
e) Mesofil Di antara lapisan epidermis
atas dan
bawah. Tempat berlangsungnya
fotosintesis. – Terdiri dari sel parenkim,
banyak ruang antarsel.
– Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan
tiang) dan spons (jaringan
bunga karang).
– Sel-sel jaringan tiang berbentuk
silinder, tersusun rapat,
dan mengandung klorofil.
– Sel-sel jaringan bunga karang
bentuknya tidak teratur, bercabang-
cabang dan berisi
kloroplas, susunannya renggang.
f) Urat daun Pada helai daun. Transportasi zat. Menyirip atau menjari.
2) Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil
Daun Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang membungkus batang, serta urat daunnya sejajar. Struktur daun Monokotil dapat pada Gambar 2.5
Gambar 2.5 (Struktur jaringan daun dan urat daun Monokotil)
Adapun macam, letak, fungsi, dan ciri-ciri jaringan penyusun daun Monokotil, dijelaskan dalam Tabel 2.2 berikut :
Tabel 2.2 Jaringan Penyusun Daun Monokotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No Jaringan Letak Fungsi Ciri - Ciri
a) Epidermis
dan
kutikula Lapisan permukaan atas
dan bawah daun. – Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Mencegah penguapan air
melalui permukaan daun. Terdiri dari satu sel dengan penebalan
dari zat kutin.
b) Stomata Berderet di antara urat
daun. Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara. Mulut daun dengan dua sel penutup.
c) Mesofil Pada cekungan di
antara urat daun. Membuat zat makanan melalui
fotosintesis. Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya
seragam kecuali mesofil berkas
pengangkut lebih besar, kloroplasnya
lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.
d) Urat daun Pada helai daun. Transportasi zat. Sejajar.
(Dikutip dari Biologi Kelas IX karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto)
2.3 Fungsi Daun
• Tempat Terjadinya Fotosintesis
Gambar (Fotosintesis)
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.
• Sebagai Organ Pernapasan atau Respirasi
Gambar (Stomata)
Stomata berfungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stomata ibarat hidung kita dimana stomata mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stomata terletak di epidermis bawah. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.
• Tempat Terjadinya Transpirasi
Gambar (Transpirasi)
Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.
• Tempat Terjadinya Gutasi
Gambar (Gutasi)
Gutasi adalah proses pelepasan air dari jaringan daun dalam bentuk cair. Gutasi terjadi melalui lubang-lubang pengeluaran yang terdapat pada bagian tepi daun sebagai bagian dari proses pengeluaran kelebihan air sebagai sisa metabolisme, khususnya pada saat pengeluaran dengan cara transpirasi (penguapan) tidak efektif, misalnya pada malam hari. Gutasi dapat diamati pada pagi hari dan dapat disalahartikan sebagai embun. Ia terlihat sebagai tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun teratur, sesuai dengan lokasi lubang pengeluaran.
• Alat Perkembangbiakkan Vegetatif
Gambar (Reproduksi tanaman secara vegetatif)
Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Perkembangbiakan dengan membelah diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah,bersel satu/protoza, misalnya: amuba dan paramaecium. Pembelahan diri biner jika terjadi pembelahan individu menjadi 2 individu baru, dan disebut pembelahan diri multipel (perkembangbiakan dengan spora) jika pembelahan individu menjadi banyak individu, misalnya: plasmanium.
No Nama Tumbuhan Menyirip Menjari Sejajar Melengkung Keterangan
1. Euphorbhia √ -
2. Tanduk Rusa √ -
3. Gelombang Cinta √ Bergelombang
4. Kertas √ -
5. Kuping Gajah √ -
6. Sirih √ -
7. Pisang √ -
8. Mangga √ -
9. Kayu Putih √ -
10. Pegagan √
11. Cocor Bebek √ Pinggir daun, tumpul bergerigi
12. Mahkota Dewa √ -
13. Jarak √ -
14. Jarak Jawa √ -
15. Kunyit √ -
16. Lengkuas √ -
17. Temen √ -
18. Myana √ Pinggir daun, bergerigi
19. Asem Celagi √ Daun Majemuk
20. Kamboja √ -
21. Asparagus √ -
22. Boni √ -
23. Kelapa √ -
24. Belimbing Wuluh √ -
25. Cermai √ -
26. Praksok √ -
27. Muring √ -
28. Pipis √ Tumbuh melingkari pohon-pohon besar
29. Pucuk √ Pinggir daun, bergerigi tumpul
30. Jeruk Bali √ -
31. Anggrek √ -
32. Paku √ -
33. Bayam Merah √ -
34. Kayu Mas √ -
35. Beregu √ -
36. Paku Sarang Burung √ -
37. Endong √ -
38. Pepaya √ -
39. Jempiring √ -
40. Padi √ -
41. Alang-alang √ -
42. Anggrek √ -
43. Cabai √ -
44. Salak √ -
45. Bonsai
46. Sawo √ -
47. Sandat √ -
48. Putri Malu √ -
49. Lotus √ -
50. Angsoka √ -
51. Nusa Indah √ -
52. Sambiloto √ -
53. Celeng √ -
54. Rambutan √ -
55. Nangka √ -
Dari Observasi dan pengamatan kualitatif yang dilakukan di SMPN 2 Semarapura, didapatkan hasil bahwa sebagaian besar tumbuhan yang tumbuh di SMPN 2, memiliki bentuk tulang daun menyirip. Selain bentuk menyirip, ada bentuk menjari, melengkung, dan sejajar. Untuk jumlah keping biji suatu tumbuhan, biasanya mempengaruhi bentuk daunnya. Untuk tumbuhan jenis monokotil biasanya bentuk daunnya adalah melengkung dan sejajar. Sedangkan yang dikotil biasanya berbentuk menyirip dan menjari.
M) Bentuk Daun Berdasarkan Tulang Daunnya
Tulang daun berdasarkan besar kecilnya dibedakan dalam 3 macam, yaitu:
a) Ibu tulang daun (costa),
b) Tulang-tulang cabang (nervus lateralis), dan
c) Urat-urat daun (vena).
Jenis-jenis tulang daun
Bentuk tulang daun bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari,sejajar Dan Melengkung. Bentuk-bentuk tulang daun yang sering dijumpai, yaitu:
A. Menyirip (penninervis)
Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan, tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung dari helai daun. Daun dengan susunan tulang daun menyirip dapat kita jumpai pada kuweni (Mangifera odorata), durian (Durio zibethinus Murr), belimbing manis (Averrhoa carambola L), jambu dersono (Syzygium malaccense), jambu biji (Psidium guajava L.), jambu mete (Anacardium occidentale L.),tulang daun mangga,tulang daun rambutan dan lain-lain
B. Menjari (palminervis)
Tanaman ini mempunyai satu tulang daun yang besar dan bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Daun dengan susunan tulang daun menjari dapat kita jumpai pada daun papaya (Carica papaya),tulang daun singkong,tulang daun kapas,ketela pohon.
C.Sejajar (rectinervis)
Biasanya terdapat pada daun-daun bangun garis dan bangun pita, yang mempunyai satu tulang ditengah yang besar membujur daun, sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dan nampaknya semua mempunyai arah sejajar dengan ibu tulangnya tadi. Contoh tumbuhan yang memiliki tulang daun rectinervis adalah Zea mays Tulang daun tebu,tulang dau padi,tulang rumput-rumputan.
D.Melengkung
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung .Contohnya: Tulang daun Genjer,tulang daun sirih, tulang daun gadung,tulang daun kelapa.
Bunga (Oleh Kelompok Ahli Bunga)
BUNGA (FLOS)
Bagian utama pada tumbuhan adalah akar, batang dan daun. Selain 3 bagian tersebut, ada suatu bagian yang merupakan modifikasi dari batang dan daun. Bagian tersebut adalah bunga (flos).
A. Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan
Berdasarkan jumlah bunga yang dihasilkannya, tumbuhan dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja pada satu tangkai, biasanya terdapat pada ujung batang.
2. Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), yaitu tumbuhan yang hanya menghasilkan lebih dari satu bunga dalam satu ibu tangkai bunga. Sebagian bunga terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang.
Menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan :
1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)
2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
B. Bunga Majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia)
1. Bagian-bagian pada bunga majemuk
a. Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, antara lain :
1) Ibu tangkai bunga (pedunculus), yaitu lanjutan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk.
2) Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
3) Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.
b. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, antara lain :
1) Daun-daun pelindung (bractea)
2) Daun tangkai (bracteola)
3) Seludang bunga (spatha)
4) Daun-daun pembalut (bractea involucralis)
5) Kelopak tambahan (epicalyx)
6) Daun-daun kelopak (sepalae)
7) Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
8) Daun-daun tenda bunga (tepalae)
9) Benang-benang sari (stamina)
10) Daun-daun buah (carpella)
2. Macam-macam bunga majemuk
a. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :
1). Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
a) Tandan (racemus atau botrys), yaitu jika suatu bunga bertangkai nyata dan duduk pada ibu tangkainya. Misalnya kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.)
b) Bulir (spica), yaitu bunga yang tidak bertangkai dan langsung duduk pada ibu tangkai bunga. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.)
c) Untai atau bunga lada (amentum), yaitu bunga yang seperti bulir, tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga berkelamin tunggal. Misalnya paa sirih (Piper betle L.)
d) Tongkol (spadix), yaitu seperti bulir, tetapi ibu tangkai lebih besar, tebal dan berdaging. Misalnya pada bunga betina jagung (Zea mays L.)
e) Bunga payung (umbella), yaitu pada ibu tangkainya mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjang. Misalnya pada daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.)
f) Bunga cawan (corymbus atau anthodium), yaitu ujung ibu tangkainya melebar dan merata, sehingga menyerupai bentuk cawan. Pada umumnya, bunga cawan dibagi menjadi dua macam bunga, yaitu :
- Bunga pita, yaitu bunga mandul yang terdapat di sepankang tepi cawan.
- Bunga tabung, yaitu bunga-bunga yang terdapat di atas cawan (flos disci), merupakan bagian bunga yang subur karena dapat menghasilkan buah.
Contoh bunga cawan dengan bagian-bagian yang lengkap adalah bunga matahari (Heliantus annuus L.).
g) Bunga bongkol (capitulum), bentuknya menyerupai bunga cawan, tetapi ujung ibu tangkainya membesar, sehingga bunga majemuk seluruhnya nampak seperti bola. Contoh bunga putri malu (Mimosa pudica L.)
h) Bunga periuk (hypanthodium), dibedakan menjadi 2 bentuk :
- Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuknya seperti gada, bunganya meliputi seluruh bagian yang menebal. Misalnya pada nangka (Artocarpus integra Merr.)
2). Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.
a) Malai (panicula), yaitu pada ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian juga dengan cabang-cabangnya. Malai disebut juga tandan majemuk, yang biasanya keseluruhan bunganya menyerupai kerucut atau limas. Misalnya pada bunga mangga (Mangifera indica L.).
b) Malai rata (corymbus ramosus), yaitu pada ibu tangkai yang mengadakan percabangan, tetapi bunga majemuk dalam ibu tangkai ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung. Misalnya bunga soka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.)
c) Bunga payung majemuk (umbella composita), yaitu suatu bunga payung yang bersusun. Misalnya pada wortel (Daucus carota L.)
d) Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang memiliki susunan seperti tongkol pula. Misalnya pada kelapa (Cocos nucifera L.)
e) Bulir majemuk, yaitu ibu tangkai bunga yang bercabang dan masing-masing cabang mendukung bunga dengan susunan seperti bulir. Misalnya bunga jantan jagung (Zea mays L.
b. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau inflorescentia centrifuga, inflorescentia definita)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :
1). Anak payung menggarpu (dichasium), yaitu pada bagian ibu tangkai terdapat satu bunga, dibawahya terdapat dua cabang yang sama panjang. Misalnya bunga melati (Jasminum sambac Ait.)
2). Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi, yang arahnya ke kiri dan ke kanan. Misalnya pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.)
3). Bunga sekerup (bostryx), seperti pada bunga tangga, tetapi cabangnya berturut-turut membentuk sudut sebesar 90o, sehingga arah percabangan seperti gerakan sekerup atau spiral. Misalnya pada bunga kenari (Canarium commune L.)
4). Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit. Misalya pada tumbuhan suku Juncaceae.
5). Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga tangga, semua percabangan terletak pada satu bidan dan cabang tidak sama panjang. Terdapat pada tumbuhan suku Iridaceae.
c. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta)
Yaitu suatu bunga majemuk yang merupakan campuran antara sifat-sifat bunga majemuk berbatas dengan tidak berbatas.
d. Lain-lain tipe bunga majemuk
1). Gubahan semu atau karanga semu (verticillaster)
2). Lembing (anthela)
3). Tukal (glomerulus)
4). Berkas (fasciculus)
C. Bagian-Bagian Bunga
Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian berikut :
1. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian buga yang masih jelas bersifat batang.
2. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar dengan ruas-ruas yang sangat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk rapat satu sama lain, biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.
3. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan modifikasi daun berbentuk lembaran, dengan tulang-tulang yang masih terlihat jelas. Hiasan bunga dibedakan menjadi dua bagian yang tersusun dalam dua lingkaran, yaitu :
a. Kelopak (calyx), yaitu hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, sewaktu bunga masih kuncup, kelopak menyelubungi bunga. Kelopak terdiri dari beberapa daun kelopak (sepala).
b. Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yag terdapat pada lingkaran dalam, biasana berwarna cerah (tiak berwarna hijau). Mahkota terdiri dari sejumlah daun mahkota (petala).
Pada beberapa bunga, seringkali ditemukan tidak memiliki hiasan bunga, yang disebut bunga telanjang (flos nudus) atau hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak dengan mahkotanya yang disebut dengan tenda bunga (perigonium). Tenda bunga terdiri dari sejumlah daun tenda bunga (tepala).
4. Alat-alat kelamin jantan (androecium), merupakan bagian bunga yang menghasilkan serbuk sari.
5. Alat-alat kelamin betina (gynaecium), merupakan bagian bunga yang disebut juga putik (pistillum)
D. Kelamin Bunga
Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, dapat dibedakan :
1. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus)
2. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis)
a. Bunga jantan (flos masculus)
b. Bunga betina (flos femineus)
3. Bunga mandul atau tidak berkelamin
Berdasarkan jumlah kelamin bunga yang terdapat pada suatu tumbuhan, dapat dibedakan tumbuhan yang :
1. Berumah satu (monoecus)
2. Berumah dua (dioecus)
3. Poligam (polygamus)
E. Susunan Bunga
Bagian-bagian bunga yang merupakan metamorfosis daun (kelopak, mahkota, benang sari dan daun buah), dapat dijumpai dalam susunan yang berbeda-beda, yaitu :
1. Terpencar, tersebar, atau menurut suatu spiral (acyclis)
2. Berkarang, melingkar (cyclis)
3. Campuran (hemicyclis)
F. Simetri Bunga
1. Asimetris atau tidak simetris
2. Setangkup tunggal (monosimetris atau zimomorphus)
3. Setangkup menurut dua bidang (bilateral simetris atau disimetris)
4. Beraturan atau bersimetri banyak (polysimetris, regularis, atau actinomorphus)
G. Letak Daun-daun dalam Kuncup
1. Pelipatan daun-daun itu dalam kuncup (vernatio)
a. Rata (vernatio plana)
b. Terlipat ke dalam sepanjang ibu tulangnya (terlipat ke arah adaxial), (vernatio conduplicata atau vernatio duplicata)
c. Terlipat sepanjang tulang-tulang cabangnya (vernatio plicata)
d. Terlipat tidak beraturan (vernatio corrugativa)
e. Tergulung ke dalam menurut poros bujur (vernatio involuta)
f. Tergulung ke luar menurut poros bujur (vernatio revoluta)
g. Tergulung ke satu arah menurut poros bujur (vernatio convoluta)
h. Tergulung ke dalam menurut poros lintang (vernatio circinatim involuta)
i. Tergulung ke luar menurut poros lintang (vernatio circinatim revoluta)
j. Terlipat ke bawah dan ke dalam (vernatio inclinata)
k. Terlipat menurut poros lintang ke luar (vernatio reclinata)
2. Letak daun-daun dalam kuncup terhadap daun-daun lainnya (asetivatio)
a. Terbuka (aperta)
b. Berkatup (valvata)
c. Berkatup dengan tepi melipat ke dalam (induplicativa)
d. Berkatup dengan tepi melipat ke luar (reduplicativa)
e. Menyirap (imbricata)
H. Dasar Bunga (Receptaculum atau Torus)
Dasar bunga sering memperlihatkan bagian-bagian yang khusus mendukung satu bagian bunga atau lebih dan bergantung pada bagian bunga yang didukungnya, bagian dasar bunga tadi diberi nama yang berbeda-beda.
1. Pendukung tajuk bunga atau antofor (anthophorum)
2. Pendukung benang sari atau androfor (androphorum)
3. Pendukung putik atau ginofor (gynophorum)
4. Pendukung benang sari dan putik atau androginofor (androgynophorum)
5. Cakram (discus)
I. Bentuk Dasar Bunga
1. Rata
2. Menyerupai kerucut
3. Seperti cawan
4. Bentuk mangkuk
Berdasarkan letak hiasan bunga pada terhadap duduknya bakal buah, bunga dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Hipogin (hypogynus)
2. Perigin (perigynus)
3. Epigin (epigynus)
J. Kelopak (Calyx)
Kelopak (calyx) merupakan daun-daun hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar dan biasanya berwarna hijau, lebih kecil dan lebih kasar daripada hiasan bunga yang sebelah dalam.
Kelopak tersusun atas daun kelopak (sepala). Pada bunga, daun-daun kelopak mempunyai sifat yang berbeda-beda, antara lain :
1. Berlekatan (gamosepalus)
Menurut banyak sedikitnya bagian yang berlekatan, dibedakan atas :
a. Berbagi (partitus)
b. Bercangap (fissus)
c. Berlekuk (lobatus)
2. Lepas atau bebas (polysepalus)
Menurut simetrinya, kelopak dapat dibedakan menjadi :
1. Beraturan atau aktinomorf (regularis, antinomorphus)
2. Setangkup tunggal atau zigomorf (zygomorphus)
K. Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (corolla)
Tajuk bunga atau mahkota bunga merupakan hiasan bunga yang terdapat di sebelah dalam kelopak, umumnya lebih besar, dengan warna yang indah, menarik, bentuk susunan yang bagus, memiliki bau yang harum (ada pula yang tidak berbau).
Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk atau daun mahkota (petala). Daun mahkota memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Berlekatan (sympetalus, gamopetalus, atau monopetalus)
2. Lepas atas bebas (choripetalus, dialypetalus, atau polypetalus).
3. Daun-dan tajuk tidak ada atau sangat kecil sehingga sama sekali tidak menarik perhatian.
Berdasarkan simetrinya, mahkota bunga dibedakan menjadi :
1. Beraturan (regularis)
a. Bintang (rotatus atau stellatus)
b. Tabung (tubulosus)
c. Terompet (hypocrateriformis)
d. Mangkuk atau buyung (urceolatus)
e. Corong (infundibuliformis)
f. Lonceng (campanulatus)
2. Setangkup tunggal, bersimetri satu atau monosimetri (zigomorphus)
a. Bertaji (calcaratus)
b. Berbibir (labiatus)
c. Seperti kupu-kupu (papilionaceus)
d. Bertopeng atau berkedok (personatus)
e. Berbentuk pita (ligulatus)
L. Tenda Bunga (perigonium)
Tenda bunga (perigonium) adalah bagian hiasan bunga yang tidak dapat dibedakan antara kelopak dengan tajuknya, baik bentuk maupun warnanya. Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga dinamakan daun tenda bunga (tepala), yang menurut bentuk dan warnanya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Serupa kelopak (calycinus)
2. Serupa tajuk (corollinus)
Daun tenda bunga berdasarkan susunannya, terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Berlekatan (gamophyllus)
2. Lepas atau bebas (pleiophyllus)
M. Benang Sari (stamen)
Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada tumbuhan. Benang sari dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Tangkai sari (filamentum)
2. Kepala sari (anthera)
3. Penghubung ruang sari (connectivum)
Berdasarkan duduknya pada suatu tumbuhan, benang sari dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Benang sari jelas duduk pada dasar bunga
2. Benang sari tampak seperti duduk di atas kelopak
3. Benang sari tampak duduk di atas tajuk bunga
Menurut jumlah benang sari pada bunga, dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Benang sari banyak
2. Jumlah benang sari 2 x lipat jumlah daun tajuknya
3. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang
N. Tangkai Sari (filamentum)
Berdasarkan jumlah berkas tempat perlekatan benang sari, benang sari dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Benang sari berberkas satu atau bertukal satu (monadelphus)
2. Benang sari berberkas dua atau bertukal dua (diadelphus)
3. Benang sari berberkas banyak atau bertukal banyak
O. Kepala Sari (anthera)
Kepala sari (anthera) adalah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Berdasarkan duduknya kepala sari pada tangkainya, kepala sari dapat di bedakan menjadi 3 macam,yaitu :
1. Tegak (innatus atau basifixus)
2. Menempel (adnatus)
3. Bergoyang (versatilis)
Berdasarkan cara membukanya serbuk sari, serbuk sari dibedakan menjadi 4, yaitu :
1. Dengan celah membujur (longitudinaliter dehiscens)
2. Dengan celah melintang (transversaliter dehiscens)
3. Dengan sebuah liang pada ujung atau pangkal kepala sari (poris dehiscens)
4. Dengan kelep atau katup-katup (valvis dehiscens)
P. Putik (pistillum)
Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya dan merupakan alat kelamin betina pada bunga. Putik tersusun atas daun-daun yang telah mengalami metamorfosis, yang disebut daun buah (carpellum).
Menurut banyaknya daun buah yang menyusun sebuah putik, putik dibedakan menjadi :
1. Putik tunggal (simplex)
2. Putik majemuk (compositus)
Pada putik, dibedakan bagian-bagian berikut :
1. Bakal buah (ovarium)
2. Tangkai kepala putik (stylus)
3. Kepala putik (stigma)
T. Tangkai Kepala Putik (stylus)
Tangkai kepala putik merupakan bagian putik yang biasanya berbentuk benang dan merupakan lanjutan bakal buah, mempunyai saluran tangkai kepala putik (canalis stylinus) atau tidak. Tangkai putik pada umumnya berukuran lebih besar daripada tangkai sari.
Tangkai kepala putik ada yang bercabang, ada pula yang tidak. Jika bercabang, tiap ujung cabang tangkai kepala putik itu mendukung satu kepala putik. Jadi pada tangkai kepala putik yang bercabang, terdapat lebih banyak kepala putik daripada tangkai kepala putiknya.
U. Kepala Putik (stigma)
Kepala putik adalah bagian putik yang terdapat pada ujung tangkai kepala putik. Kepala putik berguna untuk menangkap serbuk sari, jadi mempunyai peranan penting dalam penyerbukan.
Menurut cara penyerbukannya pada bunga, bentuk kepala putik dibedakan menjadi :
1. Seperti benang, misalnya pada bunga jagung (Zea mays L.)
2. Seperti bulu ayam, pada bunga padi (Oriza sativa L.)
3. Seperti bulu-bulu, misalnya pada bunga kecipir (Psophocarpus tetragonolobus D.C.)
4. Bulat, misalnya pada bunga jeruk (Citrus sp.)
5. Seperti bibir, seperti cawan, serupa daun mahkota, dst.
V. Kelenjar Madu (nectarium)
Madu (nectar) yang dihasilkan oleh beberapa jenis bunga, berfungsi menarik perhatian binatang (serangga atau burung) yang dapat menjadi perantara dalam proses penyerbukan.
Madu yang terdapat pada bunga, dihasilkan oleh kelenjar madu (nectarium). Kelenjar madu merupakan metamorfosis dari salah satu bagian bunga yang dapat berasal dari :
1. Daun mahkota
2. Benang sari
3. Bagian-bagian lain pada bunga
W. Penyerbukan (Pollinatio) dan Pembuahan (Fertilisatio)
Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik (tumbuhan biji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (tumbuhan biji terbuka). Sedangkan pembuahan adalah menyatu dan meleburnya sel telur yang terdapat dalam kandung lembaga di dalam bakal biji dengan satu inti yang berasal dari serbuk sari.
Peyerbukan dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Penyerbukan sendiri (autogamy), yaitu jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga itu sendiri.
2. Penyerbukan tetangga (geitonogamy), yaitu jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain pada tumbuhan itu juga.
3. Penyerbukan silang (allogamy, xenogamy), yaitu jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain, tetapi masih tergolong dalam jenis yang sama.
4. Penyerbukan bastar (hybridogamy), yaitu jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenisnya.
Menurut perantara yang menyebabkan terjadi penyerbukan, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1. Penyerbukan dengan perantara angin (anaemophyly, anemogamy)
2. Penyerbukan dengan perantara air (hydrophyly, hydrogamy)
3. Penyerbukan dengan perantara binatang (zoidiophyly, zoidiogamy)
Tabel Hasil Pengamatan :
Nama Tanaman Monokotil Dikotil
• Bunga Anggrek
• Bunga Asoka
• Bunga Mawar
• Kembang Kertas
• Bunga Euphorbia Milii
• Kembang Sepatu
• Bunga Kamboja
Definisi :
Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga ( divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup" ). Pada bunga terdapat organ reproduksi ( benang sari dan putik ). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.
Kesimpulan :
• Bunga mempunyai alat kelamin jantan dan betina, namun apabila kedua alat kelamin terdapat dalam satu bunga disebut jiuga bunga banci.
• Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Buah (Oleh Kelompok Ahli Buah)
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya (Hidayat, 1995).
Buah adalah salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji setelah pembuahan pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh menjadi biji, dinding ovarium jadi kulit buah (Sujana, 2007).
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas. Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Campbell, 2003).
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell, 2003).
Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dari putik sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang lain (Evika. 2008).
Peristiwa penyerbukan yang telah terjadi kemudian diikuti pul oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji (Evika. 2008).
Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi (Hidayat, 1995).
Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam, terkadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu lalu disebut buah semu (Kimball, 1999).
Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga, dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium), yang di dalam disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium), serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium) (Kimball, 1999).
Pada umumnya buah hanya akan terbentuk sesudah terjadi penyerbukan dan pembuahan pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula buah terbentuk tanpa ada penyerbukan dan pembuahan. Peristiwa terbentuknya buah yang demikian itu dinamakan partenokarpi (parthenocarpy). Buah yang terjadinya dengan cara ini biasanya tidak mengandung biji, atau jika ada bijinya, biji itu tidak mengandung lembaga, jadi bijinya tak dapat dijadikan alat perkembangbiakan. Pembentukan buah dengan cara ini lazim kita dapati pada pohon pisang (Musa paradisiacal L.) (Tjitrosoepomo. 1985).
2.2 Penggolongan Buah
pada tumbuhan umumnya dapat digolongkan dalam dua golongan yaitu (Resmisari, 2008) :
1. Buah semu atau tertutup, yaitu jika buah berbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan sering kali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau dapat dimakan), sedang buah yang sesungguhnya kadang tersembunyi. Dibedakan atas tiga macam yaitu: buah semu tunggal, buah semu ganda dam buah semu majemuk.
2. Buah sungguh atau buah telanjang yang selalu terjadi dari bakal buah dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti. Dibedakan atas tiga macam yaitu: buah sejati tunggal, buah sejati ganda dam buah sejati majemuk
2.3 Bagian-bagian Buah
Adapun bagian-bagian buah adalah (Tjitrosoepomo, 1985: 218) :
1. Daun-daun pelindung,contohnya pada jagung betina.
2. Daun-daun kelopak, contohnya pada terong dan jambu.
3. Tangkai kepala putik, contohnya pada rambut jagung.
4. Kepala putik, contohnya pada manggis
2.4 Biji Buah
Pada biji umumnya dapat kita bedakan bagian-bagian, yaitu kulit biji (spermodermis), tali pusar (funiculus), dan inti atau isi biji (nucleusn seminis). Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya integumentum pada bakal biji, jika telah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis) (Greenaway, 1997 :116).
Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubangi sebagian biji saja (Greenaway, 1997 :116).
Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti oleh pembuahan, bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji akan tumbuh menjadi biji. Bagi pertumbuhan biji (Spermatophyta) biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama karean biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkannya biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula terpencar ke tempat lain(Tjitrosoepomo, 1985).
